Fifty Shades of Grey UNRATED BluRay + Subtitle Indonesia

Fifty Shades of Grey
(2015)

 


 

 

Released
13 February 2015 (USA)
Country USA
Language
English
Genre
Drama | Romance
Director Sam Taylor-Johnson
Writers
Kelly Marcel (screenplay), E.L. James (novel) 
Starcast Dakota Johnson, Jamie Dornan, Jennifer Ehle | See full cast and crew »

Review:
Fifty Shades of Grey is like a foreplay without climax. Ya, mayoritas dari kamu pasti sudah tahu bahwa tema yang dibawa oleh film yang berhasil menciptakan kehebohan dengan menjadi film R-rated dengan penjualan tercepat dalam sejarah Fandango ini adalah seks, apa yang ia jual adalah relationship penuh gairah membara, dan apa yang kita harapkan sebagai penonton adalah hiburan yang mampu menggoda hingga membakar gairah dan imajinasi kita. Jika anda merupakan salah satu penonton yang mencintai novelnya, maka bersiaplah kecewa. Jika anda bagian dari tim yang bahagia ketika Twilight Saga telah berakhir, maka bersiaplah untuk waspada. A softcore porn version of Cinderella.

Sakit yang diderita oleh teman sekamarnya justru membawa Anastasia "Ana" Steele (Dakota Johnson) kedalam sebuah masalah. Ana diminta oleh temannya mewawancarai Christian Grey (Jamie Dornan), pria berusia 27 tahun yang juga merupakan seorang miliarder muda. Mister Grey punya aura yang mengintimidasi yang kemudian membuat Ana menerima sebuah permintaan dari Grey setelah mereka beberapa kali bertemu secara “sengaja”.

Celakanya permintaan Grey bukan sesuatu yang biasa. Grey meminta Ana untuk terlibat dalam sebuah hubungan seksual yang mengharuskannya menuruti dan patuh pada Grey, meskipun perlahan Ana yang merupakan seorang perawan mulai merasa bingung dengan segala sesuatu yang terjadi didalam hubungan tersebut.

Menjelaskan film ini sebenarnya sangat-sangat mudah, bahkan ia dapat diwakili oleh sebuah kalimat yang terdiri dari beberapa kata dari Fifty Shades of Grey, “He was polite. Intense. Smart. Really intimidating”. Sopan, intens, pintar, dan sangat mengintimidasi, kamu putar makna dari masing-masing kata tadi atau tambahkan kata tidak didepannya, maka itu yang akan kamu dapatkan dari film ini.

Ketimbang jadi hiburan yang mampu mempermainkan gairah penontonnya dibawah kontrol Sam Taylor-Johnson film ini justru terasa seperti satu pria dan satu wanita yang tersesat dalam hubungan penuh melodrama. Ini seharusnya menjadi film yang membakar fantasi penonton, membawa mereka bergembira dengan masuk kedalam berbagai imajinasi liar dari percakapan yang menggoda hingga aksi BDSM penuh kinky, bukannya menjadi drama romance standard yang menyia-nyiakan materi erotis yang ia punya.

Mari mulai dengan mengintimidasi, sesuatu yang sulit ditemukan di sini. Sam Taylor-Johnson membentuk set dingin pada cerita di awal dengan oke tapi setelah itu ia seperti tidak mau untuk tumbuh menjadi panas. Masalah Fifty Shades of Grey tidak berhenti di situ karena gerak cerita sendiri terasa lambat, tidak dinamis, mengalami beberapa pengulangan yang mengganggu sehingga Ana dan Christian seperti hanya berputar-putar di sebuah lingkaran yang kacaunya lagi eksis didalam cerita yang sejak sinopsis hingga secara keseluruhan sangat minimalis.

Tidak ada ketegangan yang mengancam seperti yang diberikan oleh sumbernya, Sam Taylor-Johnson seperti mengandalkan suasana untuk membuat penonton merasa gelisah tapi celakanya tidak ia sertai dengan hal penting lainnya: karakter yang mempesona. Dari sini semua semakin kacau, sudahlah tidak intens ia juga gagal menciptakan intimitas yang menarik untuk penonton saksikan.

Cukup kaget juga sebenarnya karena intimitas merupakan hal utama yang menjadikan Nowhere Boy tampil menarik ditangan Sam Taylor-Johnson, dan disini ia lebih sering berusaha mencoba berbagai cara untuk menciptakan intimitas itu, mempertahankan materi yang gelap sambil menghadirkan upaya-upaya nakal, tapi mayoritas dari mereka tidak bekerja dengan tepat.

Dialog misalnya, ditulis ulang oleh Kelly Marcel lebih sering menjadikan percakapan tampak menggelikan ketimbang mengintimidasi, dan contoh lainnya adalah teknik close-up seperti adegan seks yang tidak jarang terasa kosong. Iya, Fifty Shades of Grey terasa kosong, dan kejutan lain juga hadir dari sini, dari durasinya yang dua jam itu adegan seks mendapatkan jatah yang sangat minim, dan sudahlah minim banyak dari mereka berada di kualitas yang miskin, bahkan terhitung kalah telak jika dibandingkan dengan beberapa humor yang sukses membuat penontonya tertawa.

Lengkap sudah, dari rasa mengintimidasi yang nihil, pesona karakter yang juga tidak baik, emosi dan intimitas yang seperti sulit untuk tumbuh, lalu ada humor yang menarik didalamnya. Ketimbang merasa tergoda dan mulai berfantasi, ya, lebih sering mengernyitkan dahi karena rasa aneh yang film ini berikan. Chemistry juga jadi masalah besar, dan sepertinya isu hubungan yang kurang harmonis antara DJ dan JD bukan sebuah upaya membangun hype belaka.

Di beberapa scene kamu dapat merasakan bahwa keduanya terasa tidak nyaman saat berinteraksi, contohnya scene bathtub. Obsesi antar karakter yang mereka mainkan juga lemah, dan secara individual juga mereka tidak berhasil tampil menarik, Dornan gagal memberikan kita power dan control yang dimiliki oleh Grey, sedangkan Dakota mungkin merasakan apa yang dialami oleh Kristen Stewart di Twilight, naskah dan eksekusi yang tidak mumpuni sehingga menghalanginya untuk bersinar. Ana seharusnya menjadi puppy yang menjengkelkan sehingga tampak menggoda, dan film ini juga seharusnya tentang bagaimana Ana bertumbuh, bukannya justru mengamati kondisi kacau di psikologi miliknya.

Oh ya, yang terakhir tidak sopan. Seperti yang disebutkan di awal tadi ini seperti foreplay yang tidak mau membawa kamu menuju klimaks. Alasannya? Sekuel!! Ya, waspadalah. Fifty Shades of Grey memang berhasil membuat penonton gelisah tapi bukan dengan menggoda fantasi dan imajinasi mereka melainkan gelisah dengan kekakuan yang ia tampilkan dengan gerak mondar-mandir yang lamban bersama dialog yang menggelikan, meskipun beberapa hal konyol bisa dibilang terasa cukup menghibur.

Tidak mengintimidasi, tidak intens, tidak pintar, dan hingga akhir ia hanya ingin menggoda sehingga juga tidak sopan. Fifty Shades of Grey mungkin tidak membosankan tapi ia merupakan kumpulan imajinasi yang melelahkan. Acceptable? Maybe yes. Boring? Probably. Dissapointing? Absolutely yes. A softcore porn version of Cinderella, it’s like a foreplay without climax.

File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam - 08 Menit - 29 Detik
Size: 360 mb 

DOWNLOAD 

subtitle : br-shdesgrey-2015.zip 

 

=========================================

================= 



 

Skin Trade WEB-DL + Subtitle Indonesia

Skin Trade
(2015)

 

Released
23 April 2015 (USA)
Country USA | Thailand | Canada
Language
English | Thai
Genre
Action | Drama
Director
Ekachai Uekrongtham
Writers
 Gabriel Dowrick (screenplay), Steven Elder (screenplay), 2 more credits »
Starcast Ron Perlman, Tony Jaa, Dolph Lundgren | See full cast and crew »

Sinopsis:

Film action barat berjudul “Skin Trade” ini bercerita tentang kisah detektif NYC bernama Nick Cassidy ( Dolph Lundgren ) dan juga detektif Thailand bernama Tony Vitayakui ( Tony Jaa ).

Nick pergi ke S.E Asia bersama Tony untuk memburu dan menghancurkan jaringan perdagangan manusia yang dilakukan oleh mafia gangster Serbia bernama Viktor Dragovic ( Ron Perlman ). Nick keliru telah membunuh anak Viktor dalam operasi di dermaga New Jersey, sehingga Viktor mencoba untuk membunuh Nick dan keluarganya.

File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)

Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 48 Detik
Ukuran: 264 mb


============================================
====================

 

The Last: Naruto the Movie HDRip + Subtitle Indonesia

The Last: Naruto the Movie
(ザ・ラスト‐ナルト・ザ・ムービー‐ /  Za Rasuto: Naruto za Mūbī)
(2014)

Released
6 December 2014 (Japan)
Country Japan
Language
Japanese
(Korean Dubbed)
Genre
Animation | Action | Adventure
Director
Tsuneo Kobayashi
Writers
Masashi Kishimoto (manga), Masashi Kishimoto (story)
Starcast Junko Takeuchi, Nana Mizuki, Jun Fukuyama | See full cast and crew »

 Review:

Dua tahun setelah peristiwa Perang Dunia Shinobi Keempat, bulan mulai jatuh ke Bumi. Dengan bulan sekarang seperti meteor yang akan menghancurkan segala sesuatu yang akan berdampak buruk, Naruto harus berurusan dengan ancaman baru ini. Sementara itu, Toneri Ōtsutsuki, keturunan Hamura Ōtsutsuki bertekad untuk melanjutkan warisan leluhurnya, muncul dan menculik Hanabi Hyuga setelah gagal merebut Hinata, yang mencoba dan gagal untuk memberikan Naruto hadiah cinta pribadi — syal merah yang dia rajut sendiri untuk mengenang salah satu yang Naruto gunakan saat di Akademi — di Festival Musim Dingin Konohagakure.

Naruto, Hinata, Sakura, Sai, dan Shikamaru dikerahkan untuk pergi dan menyelamatkan Hanabi. Toneri kembali dan Hinata ditangkap, sehingga Naruto harus menyelamatkan keduanya, tidak menyadari akhirnya kembali merasakan perasaan Hinata. Pada titik tertentu, Toneri mencuri Byakugan Hanabi dan mengimplan mereka dalam soket mata kosongnya sendiri, membangkitkan Tenseigan yang disegel oleh keturunan Hamura beberapa abad terakhir.


 File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)

Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 51 Menit - 46 Detik
Ukuran: 273 mb



===========================================================
======================= 


 

Download Game Android Bloons: Monkey city





Deskripsi:
membangun dan meningkatkan kota yang indah dengan monyet lucu yang tinggal di dalamnya.
Mempertahankan kota Anda dari gerombolan balon berwarna-warni menyerang Anda.
Dalam permainan Android ini Anda harus membantu monyet menghasilkan sumber daya yang diperlukan dan membangun kota.
Membangun berbagai bangunan , seperti rumah-rumah , pabrik , toko-toko , kuil , teater , dll Melawan balon , lama musuh monyet.
Tempatkan menara defensif dan senjata otomatis dalam perjalanan dari balon.
Meng-upgrade senjata Anda dan memenangkan pertempuran.


Game features:   
  • grafis warna-warni
  • banyak bangunan
  • fun mini-game
  • bermain dengan teman
 
 
==================


Back to top